Senin, 10 September 2012

sistem reproduksi



SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

  PPENDAHULUAN

Pada manusia, reproduksi berlangsung secara seksual. Alat reproduksi pada manusia berupa alat kelamin pada laki-laki dan alat kelamin pada wanita.
1.     Alat Kelamin Laki-Laki
Alat kelamin pada laki-laki berfungsi menghasilkan gamet antan, yaitu spermatozoa (sperma). Alat kelamin pada laki-laki dibedakan menjadi alat kelamin luar dan alat kelamin dalam.
a)     Alat kelamin luar
Alat kelamin luar berupa penis dan skrotum. Penis. Penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi). Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah sepasang,yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehinggadapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.

b)    Alat kelamin dalam
Alat kelamin dalam. Terdiri dari bagian-bagian sebagi berikut:
1)     Testis
Testis (gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantung pelir (skrotum). Testis berjumlah sepasang (testes=jamak). Testis terdapat di bagian tubuh sebelah kiri dan kanan.
Testis kiri dan kanan dibatasi olehsuatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos.Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk memproduksi sperma dan hormon kelamin jantan yangdisebut testoteron.
2)     Saluran reproduksi
Saluran reproduksi terdiri dari duktus epidydimis, yaitu tempat pematangan sperma lebih lanut dan tempat penyimpanan sperma sementara. Selanjutnya, terdapat vasa diferensia yang merupakan suatu saluran untuk mengangkut sperma ke vesika seminalis (kantong sperma). Arah vasa deferensia ini keatas, kemudian melingkar dan salah  satu ujungnya berakhir pada kelenjar prostate. Dibelakang  kantong  kemih, saluran ini bersatu membentuk duktus ejakularius pendek yang berakhir di uretra. Uretra dan duktus ejakularius sama-sama berakhir di ujun penis lihat gambar 9.1.
3)   Kelenjar  kelamin
            Saluran kelamin dilengkapi tiga kelenjar yan dapat mengeluarkan secret atau semen. Kelenjar-kelenjar ini antara laian vasikula seminalis, kelenjar prostate dan kelenjar bulbouretral (cowper).

Struktur Reproduksi Laki-Laki
a)     Vasikula Seminalis
Berjumlah sepasang dan letak diatas dan bawah kantong kemih. Vasikula seminalis menghasilkan 60% dari volume total semen. Cairan dari vasikula seminalis ini berwarna jernih, kental, berlendir, mengandung asam amino dan fruktosa. Cairan ini berfungsi untuk memberi makan sperma. Selain itu juga untuk mengekresikan prostaglandin yang berfungsi membuat otot uterin berkontraksi untuk mencapai uterus.
b) kelenjar prostat
                   kelenjar prostate berukuran lebih besar disbanding dua kelenjar lainnya. Caira yang dihasilkan encer seperti susu dan bersifat alkalis (basa) sehingga dapat menyeimbangkan keasaman residu urin di uretra dan keasaman vagina. Cairan ini langsung bermuara ke uretra lewat beberapa saluran kecil.
c) kelenjar bulbouretral (cowper)
                   kelenjar ini kecil, berjumlah sepasang, dan terletak di sepasang uretra. Cairan kelenjar ini kental dan disekresikan sebelum penis mengeluarkan sperma dan semen.
  1. Alat Kelamin Wanita
Alat kelamin pada wanita dibedakan menjadi kelamin luar dan alat kelamin dalam.
a)      Alat kelamin luar
Alat kelamin luar terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut.
1)      Labia mayora (bibir luar vagina yang tebal) berlapis lemak.
2)      Mons veneris, pertemuaan antara keduabibir vagina dengan bagian atas yang tampak membukit.
3)      Labia minora (bibir kecil), yaitu sepasang lipatan kulit yang halus dan tipis, tidak dilapisi lemak.
4)      Klitoris, tonjolan kecil disebut juga kelentit.



                     Gambar 9.2 Sistem Reproduksi Wanita

5)      Orificulum ureter (muara saluran kencing), tepatnya dibawah klitoris.
6)      Himen saluran kencing yang mengelilingi lubang vagina.
b)  Alat reproduksi dalam
1)      Ovarium
                 Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 – 4 cm. Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang kiri dan kanan. Ovarium di selubungi oleh kapsul  pelindung dan mengandung beberapa folikel. Tiap folikel mengandung satu sel telur yang diselubungi oleh satu atau lebih lapisan sel-sel folikel. Folikel adalah adalah struktur seperti bulatan-bulatan yang mengelilingi oosit dan berfungsi menyediakan makanan dan melindungi perkembangan sel telur. Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi.
2)      Oviduk (tuba falopii)
Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.
3)      Uterus
Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium. Lapisan endometrium (dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dariovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi.




Gambar 9.3 Uterus Pada Manusia


4)      Vagina
Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva. Vagina memiliki di
nding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membrane mu
kosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untu
k melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan. Gambar 9.2 dan 9.3.

PEMBENTUKAN GAMET

Gamet jantan dibentuk di jalan di dalam testis pada skrotum, sedangkan gamet betina di bentuk di dalam ovarium. Pembentukan gamet jantan disebut spermatogenesis dan pembentukan gamet betina disebut oogenesis.
1.      Mekanisme Spermatogenesis
Spermatogenesis terjadi setelah seseorang laki-laki mengalami masa puber (dewasa secara biologis).spermatogenesis kemudian akan terjadi secara teratur dan terus-menerus seumur hidup laki-laki.
Di dalam testis, spermatogenesis terjadi tubulus seminiferus. Pada dinding.
               Gambar 9.4 Skema Proses Spermatogenesis


               Gambar 9.5 Struktur Sperma
Spermatogenesis terjadi di dalam di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel, yang mana bertujuan untuk membentu sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian  disimpan di epididimis. Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epiteliumgerminal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat spermatogenesis. Pintalan-pintalan tubulus seminiferus terdapat di dalam ruang-ruang testis (lobulus testis). Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut spermatogonia (spermatogonium=tunggal). Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus seminiferus. Spermatogonia terus-menerus membelah untuk memperbanyak diri, sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma.Pada tahap pertama spermatogenesis, spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan), berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A. Spermatogenia tipe A membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Kemudian, setelah beberapa kali membelah, sel-selini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid. Setelah melewati beberapa minggu,setiap spermatosit primer membelah secara meiosis membentuk dua buah spermatosit sekunder yang bersifat haploid. Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis membentuk empat buah spermatid. Spermatid merupakan calon sperma yang belum memiliki ekor dan bersifat haploid (n atau mengandung 23 kromosom yang tidak berpasangan). Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa (sperma).Proses perubahan spermatid menjadi sperma disebut spermiasi. Ketika spermatid dibentuk pertama kali, spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. Namun, setelah spermatid mulai memanjang menjadi sperma, akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor.Kepala sperma terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma. Pada bagian membran permukaan di ujung kepala sperma terdapat selubung tebal yang disebut akrosom. Akrosom mengandung enzimhialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum. Pada ekor sperma terdapat badan sperma yang terletak di bagian tengah sperma. Badan sperma banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma. Semua tahap spermatogenesis terjadi karena adanya pengaruh sel-sel sertoli yang memiliki fungsi khusus untuk menyediakan makanan dan mengatur proses spermatogenesis.
2.      Mekanisme Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Di dalam ovarium terdapat oogonium (oogonia = jamak) atau sel indung telur. Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasang kromosom. Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis membentuk oosit primer. Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih di dalam kandungan, yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5 bulan dalam kandungan. Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan, oosit primer akan membelah secara meiosis. Namun, meiosis tahap pertama pada oosit primer ini tidak dilanjutkan sampai bayi perempuan tumbuh menjadi anak perempuan yang mengalami pubertas. Oosit primer tersebut berada dalam keadaan istirahat (dorman). Pada saat bayi perempuan lahir, di dalam setiap ovariumnya mengandung sekitar 1 juta oosit primer. Ketika mencapai pubertas, anak perempuan hanya memiliki sekitar 200 ribu oosit primer saja. Sedangkan oositlainnya mengalami degenerasi selama pertumbuhannya.Saat memasuki masa pubertas, anak perempuan akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit primer melanjutkan meiosis tahap pertamanya. Oosit yang mengalami meiosis I akan menghasilkan dua selyang tidak sama ukurannya. Sel oosit pertama merupaakn oosit yang berukuran normal (besar) yang disebut Oosit Sekunder, sedangkan sel yang berukuran lebih kecil disebut badan polar pertama (polosit primer). Selanjutnya , oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II (meiosis kedua). Namun pada meiosis II, oosit sekunder tidak langsung diselesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai terjadi ovulasi. Jika tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan mengalami degenerasi. Namun jika ada sperma masuk ke oviduk,meiosis II pada oosit sekunder akan dilanjutkan kembali. Akhirnya, meiosis II pada oosit sekunder akan menghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel kecil yang disebut badan polar kedua (polositsekunder). Badan polar pertama juga membelah menjadi dua badan polar kedua. Akhirnya, ada tiga badan polar dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi ovum dari oogenesis setiap satu oogonium.Oosit dalam oogonium berada di dalam suatu folikel telur. Folikel telur (folikel) merupakan sel pembungkus penuh cairan yang menglilingi ovum. Folikel berfungsi untuk menyediakan sumber makanan bagi oosit. Folikel juga mengalami perubahan seiring dengan perubahan oosit primer menjadi oosit sekunder hingga terjadi ovulasi. Folikel primer muncul pertama kali untuk menyelubungi oosit primer. Selama tahap meiosis I pada oosit primer, folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder. Pada saat terbentuk oosit sekunder,folikel sekunder berkembang menjadi folikel tersier. Pada masa ovulasi, folikel tersier berkembang menjadi folikel de Graaf (folikel matang). Setelah oosit sekunder lepas dari folikel, folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Jika tidak terjaid fertilisasi, korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albikan.

Gambar 9.6 Skema siklus menstruasi dan hubungannya dengan hormone yang brpengaruh.


Rounded Rectangle: D. SIKLUS MENSTRUASI
 


              
               Siklus menstruasi pada wanita terdiri dari tiga fase, yaitu fase aliran menstruasi fase poliferasi, dan fase sekresi. Lihat kembali Gambar 9.7.
  1. Fase Poliferasi
Lapisan dinding Rahim (endometrium) akan terus menebal, mengandung lebih banyak pembuluh, dan mengembangkan kelenjar yang lebih banyak mengeluarkan glikogen.  Glikogen adalah sumber energi.  Pada tubuh glikogen diubah menjadi glukosa, glukosa adalah sumber energi yang penting bagi tubuh.  Jika pada akhir tahap sekresi tidak ada embrio yang menempel pada uterus, maka aliran menstruasi baru dimulai lagi (tahap 1), yang menandai hari I siklus berikutnya.
  1. Fase Sekresi (Fase Progesteron)
Pada saat mendekati fase ovulasi atau mendekati hari ke-14 terjadi perubahan produksi hormon. Peningkatankadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap pelepasan FSH lebih lanjut dari hipofisis. Penurunan konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskanLH. LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf. Pada saat inilah disebut ovulasi, yaitu saatterjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf dan siap dibuahi oleh sperma. Umunya ovulasi terjadi pada hari ke-14.
  1. Fase menstruasi
Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma, sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnyaovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium). Lepasnya ovum tersebut menyebabkan endometriumsobek atau meluruh, sehingga dindingnya menjadi tipis. Peluruhan pada endometrium yang mengandung pembuluh darah menyebabkan terjadinya pendarahan pada fase menstruasi. Pendarahan ini biasanya berlangsung selama lima hari. Volume darah yang dikeluarkan rata-rata sekitar 50mL.


AYAT AL QURAN TENTANG SISTEM REPRODUKSI
1.      Al Mukminun ayat 14
Artinya:
“Kemudian Kami membuat sperma-drop ke dalam gumpalan menempel, dan Kami jadikan gumpalan menjadi benjolan [daging] dan Kami jadikan [dari], tulang benjolan, dan Kami meliputi tulang dengan daging, kemudian Kami mengembangkan dia ke yang lain penciptaan. Jadi terpujilah Allah, yang terbaik dari pencipta” (Al Mukminun ayat 14).
2.     Al haj ayat 5

Artinya :
1.      Wahai, jika Anda harus berada dalam keraguan tentang kebangkitan, maka [menganggap bahwa] sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes sperma, kemudian dari gumpalan menempel, dan kemudian dari segumpal daging, dibentuk dan belum terbentuk-supaya Kami tunjukkan. Dan Kami menetap di rahim yang Kami akan untuk jangka waktu yang ditentukan, kemudian Kami membawa kamu seperti seorang anak, dan kemudian [Kami mengembangkan anda] bahwa Anda dapat mencapai [waktu] Anda jatuh tempo. Dan di antara kamu adalah orang yang diambil dalam [awal] kematian, dan di antara kamu adalah dia yang dikembalikan ke usia yang paling bobrok [tua] sehingga dia tahu, setelah [sekali memiliki] pengetahuan, apa-apa. Dan kamu melihat bumi itu tandus, maka apabila Kami turunkan di atasnya hujan, itu menggetarkan dan membengkak dan tumbuh [sesuatu] dari setiap jenis yang indah”Al haj ayat 5).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar